jasa arsitektur rumah dan desain villa, klik disini...

Tuesday, September 24, 2013

BERAPA LUAS ALAM INI ?



Saat itu senja menjelang malam.
Setelah sedikit mengerti bahwa keabadian itu tanpa bentuk dan tanpa sifat, Entah kenapa Tuli ingin mempertanyakan tentang keluasan alam semesta kepada Butha. Rupanya ia tidak sabar lagi. Kali ini ia ingin  segera berlari, cepat cepat meninggalkan rasa sepi dan kesepian yang semakin  berkerumun  riuh di sekitar gubuknya.  Rasanya tanpa Butha kesepian terasa semakin mewujud di depan mata dan hatinya.

Bulan purnama seperti sedang terluka dan merintih oleh tusukan tusukan runcing  ilalang saat  tersembul dan mencoba merangkak  menaiki  lereng bukit timur. Cahayanya yang kuning  pucat memelas bagaikan wajah gadis dua belas tahunan yang sedang kedatangan menstruasi untuk pertama kali.

Burung burung kelabu yang bertengger di dahan sudah sigap sejak tadi melipat leher lalu memasukkan kepala yang berat oleh rasa kantuk di salah satu kepitan sayapnya. Tertidur lelap.  Sementara kegelapan malam bagaikan gelombang ganas Tsunami, segera menenggelamkan desa desa dalam kegelapan dengan kecepatan rambat melebihi kecepatan pesawat supersonik.  Semua itu demi membuat bulan semakin cantik dan anggun, jernih di tengah kelamnya gulita langit dan bumi.

Tuli …,hanyalah  sesosok danging dan tulang yang sarat dengan tanda tanya , terseok seok di rimbun semak semak malam. Butha sudah menyelesaikan makan malamnya dua jam lalu. Duduk di serambi  mencoba merasakan kehangatan cahaya rembulan yang menembus jejaring neuron neuronnya yang lebat di Neocorteknya, yang akan   membangkitkan badai  endorphin dan serotonin.  Itu akan membuat  puluhan trilliun sel selnya menari berdendang ria. 

Tuli merasa kepalanya penuh dengan aliran darah dan oksigen, melihat dari jauh masih ada  onggokan seorang Butha di serambi.

Tuli :” Butha.....selamat malam....” Tuli mencoba melonggarkan kerongkongannya yang seharian di sumbat oleh tanda tanya. “ Sepertinya malam ini alam sedang menampilkan sebuah panggung yang begitu indahnya. Semua  atom atomnya sedang diposisikan tepat sedemikian rupa, merajut anyaman anyaman nada simphoni jiwa  penuh warna. Udara seakan berpendar pendar bagaikan getaran getaran senar harpa seorang Olafur Eliasson yang membuat seorang Tagorepun akan hanyut  disini “.

Butha :” Hmmm.....kau benar, aku sejak tadi duduk disini, menghangatkan jiwa dalam pelukan alam. Ketulusannya melebihi  sejuta ibu sejati.  Lalu …... kedatanganmu ….bagaikan secangkir samphagne  melengkapi perayaan pesta”. 

Tuli :” Trimakasih Butha....aku  ingin mendengar darimu  mengenai  alam ini. Berapa sebenarnya luasnya ?“.

Butha :” Nikmati dan jalani saja....buat apa mencoba menghitung luasnya ? Karena luasnya tidak terketahui “.

Tuli :” Ya … semasih kita terjebak kedalam materi empat dimensi seperti sekarang, berada dalam sebuah badan darah, daging dan tulang, kenapa kita tidak melewatkan waktu dengan berbincang bincang kosong. “

Butha :”... Boleh.... tapi jangan terlalu serius...Kalau serius kamu  akan menggenggam sebagian kecil dan melepas sebagaian besar. Tapi kalau santai kamu menggenggam sebagian besar dan melepas sebagian kecil. “

Tuli :” ..Kenapa begitu …?”

Butha :”.. Ya .. kalau kamu serius...kamu menukik tajam hanya pada sebuah pengetahuan, tapi kalau santai maka banyak pengetahuan berdatangan padamu”.

Tuli:”...????”.

Butha :” Tuli.... alam semesta ini mulai tercipta sekitar 13 milliar tahun yang lalu. Bermula dari sebuah bentukan dua dimensi beberapa cm saja. Lalu  terjadi ledakan yang disebut Big Bang.  Membuat masa ini menjadi bentukan 3 dimensi, maka terbentuklah ruang yang terus mengembang dengan kecepatan lebih dari 600 000 km perdetik.. Setelah terbentuk ruang maka terdapatlah waktu, sehingga menjadi 4 dimensi.  Setelah 3000 tahun kemudian terbentuklah partikel partikel cahaya, sehingga ruang menjadi terang benderang yang mana sebelumnya gelap gulita. Setelah itu terbentuklah atom atom, molekul molekul.  Singkat cerita Galaksi galaksi, bintang bintang dan planet planet. Diameter alam semesta ini di perkirakan 93 milliar tahun cahaya. “

“Ada sekitar 200 milliar galaksi di dalamnya. Galaksi terbesar namanya Giant Galaksi berisi satu trilliun bintang, dan galaksi terkecil namanya Dwarf Galaksi berisi sekitar 10 juta bintang. Galaksi tempat kita berada namanya Galaksi Milky Way berisi sekitar 100 milliar bintang. Salah satu bintangnya namanya Matahari.  Setiap bintang di alam semesta paling sedikit mempunyai satu planet yang mengitarinya. Bumi adalah salah satu planet dari bintang Matahari.  Maka Bumi lebih kecil dari setitik debu di alam semesta.”

Diameter  galaksi Milky  Way kita sekitar 1000 abad cahaya. Bandingkan dengan  jarak Bumi  Matahari yang hanya 9 menit cahaya yaitu 150 juta km.  Bima sakti  adalah salah satu galaksi tetangga kita yang berjarak  2 juta  tahun cahaya antara kedua tepinya”.

Tuli :” ..??? jadi betapa tidak berartinya kita ?”.

Butha :” Ha...ha..... Justru kita paling berarti, makanya alam menghadirkan kita untuk memberi  arti. Tanpa kita alam tak akan berarti “.

Tuli:” … ??? Ini   baru  hanya satu universe atau sebuah alam semesta  4 dimensi. Berapakah jumlah alam semesta seperti ini  dan berapa  jumlah dimensi alam ?”.

Butha :” Ledakan Big Bang menghasilkan radiasi, cahaya radiasinya masih tersisa sampai sekarang. Itulah yang ditasah oleh para ahli untuk menentukan usia dan diameter alam semesta ini. Para ahli belum mengetahui apa yang ada diluar sana/di luar Universe, karena sisa radiasi dari Big Bang yang lain tak tertasah sampai kesini. Tetapi besar kemungkinan Big Bang tak hanya satu saja”.

“ Mengenai jumlah dimensi alam, Albert Einstein pernah mengatakan the are another dimention. Dia meramalkan suatu saat para fisikawan akan menemukan dimensi ruang yang ke empat. Einstein keburu berpulang kepada sirkuit evolusinya sebelum menemukan dimensi ruang yang ke empat. Tetapi para ahli atom menduga ada 10 dimensi  ruang, 7 dimensi ini menggulung dan hanya 3 dimensi ruang  yang eksis.”

“ Tetapi baru baru ini seorang fisikawan Amerika yang dikagumi oleh Steven Haucking  bernama Dick Feynman menghitung jumlah dimensi alam berdasarkan perhitungan matematis dari penjumlahan persejarahan quantum, mendapatkan hasil bahwa dimensi alam berjumlah sekitar 10 pangkat 150 dimensi alam. Bandingkan dengan jumlah atom yang menyusun Bumi hanya 10 pangkat 50 atom.

Sedangkan Maha Rsi Patanjali seorang yang melahirkan ilmu pengetahuan yoga 3000 tahun yang lalu mengatakan alam ini Aprameam, yang berarti coun'tless dimention. Jadi alam ini Achintya, tak terpikirkan. Maka berbagialah kamu Tuli..... Sebab kalau alam terpikrkan berarti ia terbatas dan dirimupun terbatas. Dirimu adalah perwujudan dari alam yang tak terbatas, betapapun beratnya invaliditas dirimu dilahirkan.  Oleh karena itu kamu harus tetap menghargai setinggi tinginya  berapun beratnya  cacat seseorang dilahirkan. Dan kamu harus selalu berbahagia akan hal itu...”

Malam semakin kukuh dan tegar mencengkram setiap molekul, Tuli merasakan hanyut dalam keheningan  dan semua  kemampuan bertanyanya telah mati.









No comments:

jasa arsitektur rumah dan desain villa, klik disini...