jasa arsitektur rumah dan desain villa, klik disini...

Sunday, November 30, 2008

Sains: Bagaimana Dunia Ini Tidak Abadi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ms/thumb/6/6b/Galaxy.ap19.2003.750pix.jpg/250px-Galaxy.ap19.2003.750pix.jpg


Pada unsur Dunialah terjadi proses daur ulang, proses pertumbuhan dan kematian sel. Berjuta - juta sel tubuh kita sudah mati secara proses apoptosis ketika kita selesai membaca sebuah kata. Dan pada saat yang sama berjuta-juta sel akan terbentuk secara proses mitosis. Tubuh kita bagaikan sungai atom. Tidak seorangpun mampu berdiri ditepi sungai untuk melihat air yang sama. Air terus mengalir. Terus diganti. Tubuh kita berubah trilliunan kali perdetik pada tingkat atom, milliyaran kali perdetik pada tingkat molekul dan jutaan kali perdetik pada tingkat sel. Semuanya ini diatur oleh DNA. DNA adalah molekul sat gula dan protein biasa. Tetapi menjadi begitu cerdas ketika berada dalam inti sel. DNA bagaikan mesin built up super canggih. Semuanya diatur oleh DNA. Kalau cuaca panas kita berkeringat, kalau cuaca dingin kita menggigil itu diatur oleh DNA. Kita tidur dimalam hari dan bangun disiang hari itupun diatur oleh DNA. Demikianlah sang bayipun tumbuh menjadi anak-anak setelah 5 tahun. Setelah itu dia meninggalkan masa kehidupan bayi, berarti terjadi kematian bayi lalu menjelma menjadi anak. Anak-anak punya usia 9 tahun lalu menjadi remaja dan remaja punya usia 6 tahun lalu memasuki masa dewasa, masa reproduksi atau berumah tangga. Dalam waktu 25 tahun setelah masa dewasa ini manusia mulai memasuki masa tua, kemudian kematian badan datang menjemput.

Dunia inipun masih sebuah konsep. Alam Raya inipun masih sebuah konsep. Einstein mengatakan energi yang membeku menjadi materi.

Berpusat pada Dunia berarti berpusat pada kenikmatan. Kenikmatan itu ada batasnya, ada titik jenuhnya dan akan menyebabkan kita tidak puas. Kaum Hyppies di Eropah yang sudah mencapai titik jenuh kenikmatan karena tidak kurang suatu apa, akhirnya setelah batas semua nikmat tersebut terlampaui mereka menjadi kebingungan mencari makna hidup sehingga ia melarikan diri dan menghamba pada narkoba. Ia menganggap narkoba adalah Tuhannya..

Dalam diri manusia, badan berposisi sebagai ilusi. Badan kita pasif. Badan akan ikut bergerak kemana saja sesuai perintah tuannya. Ketika kita akan mengambil sesuatu maka tangan akan bergerak melayani. Ketika kita ingin berlari maka kaki akan berlari melayani . Badan adalah pelayan yang setia. Badan adalah sebuah hadiah, sebuah anugrah yang tak ternilai yang diberikan oleh Tuhan ibu alam semesta. Oleh karena itu bertrimakasihlah kepada badan yang telah melayani kita. Bertrimakasihlah kepada Tuhan yang maha pemurah. Kita harus menyayangi badan, memelihara dengan baik. Berikan dia makanan yang baik yang menyehatkan, berikan dia waktu istirahat yang cukup, dan waktu bergerak yang cukup. Jangan kejam terhadap badan. Jangan mengeksploitasi badan secara habis-habisan. Badan berada dibawah kendali keinginan. Oleh karena itu sering badan menjadi korban keinginan. Kadang –kadang karena ingin mengejar keinginan orang sering tidak memperhatikan badannya sehingga badannya tidak sempat istirahat dan akhirnya menderita sakit. Merokok berlebihan, minum alcohol berlebihan, bekerja berlebihan adalah bersumber dari keinginan, tetapi badan yang menderita akibatnya. Orang ingin bunuh diri tetapi badan yang akan mati, sehingga rohnya akan sangat menyesal setelah melihat badannya telah mati. Roh ini akan terlunta-lunta menunggu jatah badan yang baru. Seperti mobil dinas yang harusnya dipakai 10 tahun tetapi dalam 3 tahun sudah dirusakkan maka sang pejabat harus jalan kaki menunggu jatah mobil dinas yang baru.

Kedalaman Prinsip "Mule Keto" Orang Bali

http://www.bidp-balidiving.com/video/pictures/Bali%20On%20Land/Pura%20Ulun%20Danu%20Bratan3.jpg

Semeton krama Bali mengajarkan prinsip Mule Keto. Mule Keto akan mencerminkan kejujuran. Apa adanya. Jalan sederhana menuju bahagia. Mula Keto berarti tersirat ajaran bahwa alam semesta ini sudah sempurna adanya, alam ini tidak pernah menunggu kedatangan semeton untuk menyempurnakannya. Masalah semeton lahir atau tidak kedunia ini, dunia ini sudah sangat sempurna adanya. Kedatangan semeton ke dunia ini tidak akan merubah kesempurnaannya. Pandanglah dunia ini dengan kejujuran, dengan hati nurani dengan Mule Keto maka semeton akan merasakan getarannya. Apakah sebenarnya kehidupan dan dunia ini.

Jika semeton memandang dunia ini dengan memakai kaca mata hitam, maka dunia tampak buram. Jika semeton memandang dunia ini dengan kaca mata merah maka dunia ini tampak kemerahan.. Pandanglah dunia ini tanpa kacamata, telanjang apa adanya maka keSunyataan akan menampakkan dirinya.

Prinsip Mule Keto mengajarkan janganlah memandang dunia ini dengan konsep semeton, dengan paradigma semeton, dengan hypothesa semeton, dengan pikiran semeton. Karena dunia ini akan mengikuti konsep semeton, akan mengikuti pikiran semeton, akan mengikuti paham semeton. Karena dunia ini elastis seperti karet. Mau-mau saja. Karena dunia ini sebuah cermin. Bayangan semeton akan tampak didunia sama persis. Sehingga ada orang bijak mengatakan seberapa banyak ada manusia sebegitulah banyaknya dunia. Karena dunia adalah Mayapada ( fatamorgana) adalah Mercapada ( alam siluman). Kalau paham semeton salah, pikiran semeton salah, konsep semeton salah maka semeton akan tersesat sendiri.

Seekor ayam jantan mempunyai arti tertentu bagi seorang bebotoh, mempunyai arti tertentu pula bagi seorang pedagang nasi dan mempunyai arti lain lagi bagi penyayang binatang, mempunyai arti lain pula bagi seorang dokter ahli flu burung.

Konsep, paham atau hypothesis berasal dari pikiran, dari Neo Cortex di otak, dari IQ ( Intlegency Question) dari Palemahan. Bukan dari rasa, bukan dari emosional Question, bukan dari hati, bukan dari Pawongan. Siapakah yang mampu mengkonsepkan kehidupan dan alam semesta ini?. Karena dunia ini melampaui semua konsep, melampaui semua pikiran, melampaui semua paradigma, melampaui semua hyphothesis. Karena dunia dan kehidupan ini Acinthya ( tak terpikirkan ). Beyond of understanding. Untouchable mind.

Semua yang tampak dipermukaan bumi ini adalah benih-benih pikiran yang bertumbuhan dan berekspresi baik dari manusia , binatang , tumbuh-tumbuhan, mikroba maupun virus. Warna-warni permukaan planet ini, baik perkotaan-perkotaan , lembah-lembah, pegunungan-pegunungan akan selalu berubah-ubah sesuai dengan dominasi pikiran –pikiran penghuninya yang berekspresi. Pikiran adalah kabut tebal yang menyelimuti obyektivitas kesunyataan. Orang –orang mungkin akan terkatung-katung dalam dunia mimpi-mimpi yang diciptakan pikirannya. Pikiran akan menghalangi pengetahuan sejati tentang who are you and who the others. Oleh karena itu semeton krama Bali dalam memandang sesuatu persoalan dipermukaan bumi ini akan selalu dengan zero mind. Anak Mule Keto.

Sebelum tahun 1970, orang tidak pernah berfikir bahwa suatu saat kemudian ada yang namanya hand phone ada yang namanya internet. Tapi sekarang semua itu menjadi ada. Siapakah yang mampu melihat dengan jelas dan detail sebuah masa depan menembus sang waktu. Dikatakan di jaman Tretha Yuga kemampuan ini dimiliki banyak manusia karena planet dan tata surya kita masih berdekatan dengan planet-planet murni para Dewa, tetapi dengan mengembangnya pertumbuhan alam semesta maka planet dan tata surya kita bergerak semakin menjauh dengan planet-planet murni tersebut sehingga kemampuan itu menjadi sirna. Dikatakan Maha Rsi Abyasa telah menuturkan secara sangat detail kisah Maha Barata jauh sebelum lahirnya panca Pandawa dan seratus Kaurawa.

Para ahli atom di pusat fisika atom di Berkeley, terkejut menemukan bahwa atom tersebut sesungguhnya jauh dari perkiraan semula, dimana atom sebelunya dianggap materi padat yang bulat seperti kelereng. Atom ternyata sepertinya sebuah dunia, sebuah alam, sebuah ruang kosong. Sub partikel yang paling kecil yang menyusun atom namanya Quark, mempunyai potensi electric 1,04 x 10 pangkat minus 34 joule/ detik, bilangan ini disebut limit dari Planck. Manusia tidak mampu lagi membuat hitungan fisika lebih kecil dari quark. Saking kecilnya quark dapat menembus planet-planet tanpa hambatan. Bumi ini selalu terendam dalam badai quark dari emisi bintang-bintang dan planet-planet lain di alam semesta. Mungkin saja Quark masih dapat dibagi lagi tetapi tak ada rumus fisika atom, atau perangkat yang mampu menghitungnya. Begitulah sebuah atom memiliki inti dan atmosfir atom yang berlapis, seperti bumi kita memiliki langit yang berlapis- lapis. Dilapisan –lapisan atmospir atom inilah berbagai sub partikel atom bergerak secara dinamis dan teratur. Hal ini sudah pernah dikatakan oleh Bhagawan Wasistha ribuan tahun yang silam kepada muridnya paduka Sri Rama, bahwa unsur terkecil alam semesta ini ( red. Atom) adalah sebuah dunia juga, dimana dunia-dunia yang lain datang dan pergi silih berganti.

Alam ini adalah Acinthya ( tak terpikirkan ), oleh karena itu pandanglah alam ini dengan kejujuran hati. Tanpa konsep, tanpa kaca mata pikiran. Apa adanya atau Mule Keto, maka semeton akan tenang, damai, Canthi dan bahagia. Iklas menerima apa adanya, menyatu ( tuning) dengan frekwensi Prahyangan di setiap benda, menyatu dengan alam , menyatu dengan Tuhan, menyatu dengan kebahagiaan.

Prinsip Mule Keto memerlukan emosi kalbu selembut sutra, pikiran sebening kaca dan kepasrahan seteguh baja. Tidak mudah melaksanakan prinsip Mule Keto bagi orang yang masih berorientasi pada Palemahan, pada IQ, pada pikiran. Orang tersebut masih dipermukaan, masih di Palemahan, belum menyelam dalam. Orang seperti itu masih gelisah, masih penasaran, masih belum menemukan orbit, masih mencari jalan. Masih sibuk mencari difinisi, sibuk mencari pembuktian. Membongkar Bumi, membendung lautan, membelah langit , mencari apakah rahasia alam ini. Mereka berputar di orbit terluar, mereka kelelahan sendiri, bertengkar sendiri dengan dirinya, mereka masih rentan frustasi. Mereka menghabiskan hidupnya dalam tanda tanya. Mereka masih belajar.

Semeton krama Bali jaman dulu sudah melewati jalan ini. Sudah selesai belajar. Sudah melintasi orbit siklus ini, sudah pernah tersesat berkali-kali, sudah kapok. Sehingga semeton krama Bali keluar dari konsep apapun, paham apapun, isme apapun tidak peduli apakah paham itu sedang on the mode, sedang in, atau sedang gue banget. Sepanjang paham tersebut masih berorientasi pada Palemahan, pada kulit luar, pada analisa pikiran. Semeton krama Bali menyelam kedalam diri, kedalam ke Sunyataan, kedalam kejerniham nurani, ke dalam Tapa Yogi, kedalam Mule Keto.

Sains Dibalik 7 Bulanan ( Megedong-gedongan )

http://www.kapanlagi.com/p/pregnant.jpg


Perlakuan ini tampak sederhana, tetapi dunia kedokteran modern baru tahu, bahwa usia 7 bulan janin dalam kandungan sudah bisa mendengar sehingga di Inggris dilakukan program pendidikan janin terhadap ibu-ibu hamil usia 7 bulan ( fetal education program). Dunia kedokteran modern juga baru tahu bahwa proses synaptogenesis yaitu pembentukan atau penginstalan jaras –jaras memori otak dan intlegensi mulai usia janin 6 bulan sampai bayi usia 3 tahun . Kalau tidak dilakukan penginstalan maka jaras –jaras komunikasi syaraf tersebut akan mengalami pruning atau rontok sehingga setelah usia bayi lebih 3 tahun tidak lagi bisa ditambahkan program-program intlegensi. Misalnya intlegensi keseimbangan, intlegensi gerak, intlegensi mimik, mendengar dan lainnya. Ilmu kedokteran baru mengetahui hal ini sekitar th 2000 sedangkan semeton krama Bali sudah sejak dahulu mempraktekan. Sebelum ditemukan alat yang namanya computer. Semeton krama Bali sungguh luar biasa. Dengan megedon-gedongan, dengan megogo-gogoan maka berbagai instalasi intlegensi akan terinstal pada jaras –jaras komunikasi neuronal.

Sains Dibalik 7 Bulanan ( Megedong-gedongan)

Perlakuan ini tampak sederhana, tetapi dunia kedokteran modern baru tahu, bahwa usia 7 bulan janin dalam kandungan sudah bisa mendengar sehingga di Inggris dilakukan program pendidikan janin terhadap ibu-ibu hamil usia 7 bulan ( fetal education program). Dunia kedokteran modern juga baru tahu bahwa proses synaptogenesis yaitu pembentukan atau penginstalan jaras –jaras memori otak dan intlegensi mulai usia janin 6 bulan sampai bayi usia 3 tahun . Kalau tidak dilakukan penginstalan maka jaras –jaras komunikasi syaraf tersebut akan mengalami pruning atau rontok sehingga setelah usia bayi lebih 3 tahun tidak lagi bisa ditambahkan program-program intlegensi. Misalnya intlegensi keseimbangan, intlegensi gerak, intlegensi mimik, mendengar dan lainnya. Ilmu kedokteran baru mengetahui hal ini sekitar th 2000 sedangkan semeton krama Bali sudah sejak dahulu mempraktekan. Sebelum ditemukan alat yang namanya computer. Semeton krama Bali sungguh luar biasa. Dengan megedon-gedongan, dengan megogo-gogoan maka berbagai instalasi intlegensi akan terinstal pada jaras –jaras komunikasi neuronal.

Kekekalan Hukum Karma

http://www.yogadestin.com/Pictures/beach_yoga_aw.jpg


Semeton krama Bali sangat percaya karma phala. Hukum karma adalah hukum kekekalan energy. Semesta ini adalah kesunyian abadi, adalah kekosongan abadi. Setiap momentum energy akan memantul kembali kepada sumbernya. Seperti menjatuhkan sebuah batu di air kolam yang tenang. Mula-mula ada gelombang air yang mengarah keluar, arah sentrifugal ( menjauhi sumber gelombang). Tapi kemudian gelombang itu balik lagi kearah sentrifetal, kearah sumber gelombang sehingga terjadi keseimbangan, sehingga permukaan air tenang lagi. Apapun jenis momentum yang dibangkitkan, persis begitu pula yang kembali. Energy kebajikan yang di lontarkan kepada momentum maka energy kebajikan pula yang kembali. Energy kejahatan, kejaliman yang dilontarkan, maka energy itu pula yang berbalik. Seperti orang yang berteriak dibawah tebing curam, gemanya akan memantul kembali. Tetapi pada tebing masih ada pembiasan suara. Pada hukum karma tidak ada pembiasan. Pantulannya sempurna. Pantulannya excelent.

Dalam hidup ini semeton bisa saja berkelit, menghindar dari hukum, bisa saja mengakali siapapun, seperti ikan dalam air. Bisa menyelam, bisa menyelinap, bisa muncul dipermukaan. Akan tetapi setelah kematian semeton akan seperti selembar daun kering yang hanyut di sungai. Tidak bisa menghindar. Disinilah momentum karma akan bekerja.

Untuk menghindari karma phala semeton krama Bali, akan mempersembahkan semua tindakan, semua pekerjaan kepada Tuhan. Semeton krama Bali akan ngaturang ayah. Sebelum menabuh gamelanpun semeton krama Bali akan maturan canang, nunas rahayu. Semoga semua ini atas kehendaknya. Semoga kita hanya menjadi pengayah, menjadi pelayan Tuhan.

Dulu semeton krama Bali memotong hewan hanya pada hari raya dan untuk hari raya.untuk upacara. Untuk persembahan. Zaman dulu tidak ada semeton krama Bali tanpa alasan, tiba-tiba memotong hewan.

Karma phala menyebabkan semeton krama Bali, seolah –olah selalu dilihat Hyang Widhi. Selalu diawasi Tuhan. Perbuatan buruk atau baik, ditempat sepi atau ditempat ramai sama saja. Sama –sama bersaksi terhadap alam. Semua tercatat pada hukum karma. Maka semeton krama Bali tidak akan berani mencuri. Tidak akan berani merampok. Tidak akan korupsi. Kecuali sudah tidak menjadi krama lagi. Kecuali sudah tidak takut dengan hukum karma. Kecuali kalau kesadaran Tri Hita Karana telah terbang dari dirinya.

Kenapa Tarian Orang bali Memiliki Taksu ?

http://static.flickr.com/74/195218424_c9a5bacd52_m.jpg

Semeton krama Bali harus bisa menari, bisa ngigel. Tarian Bali adalah tarian persembahan, tarian pemujaan. Adalah tarian Prahyangan, tarian Sakral. Kehidupan ini adalah sebuah tarian , sebuah gerakan universal yang harmoni. Kalau tidak, maka tidak ada angin, tidak ada gelombang, tidak ada bunyi, tidak ada api. Brahman adalah penari sejati. Beliau menari dalam setiap atom, dalam setiap jiwa. Semesta ini adalah tarian beliau sendiri.( Wyapi Wyapaka Nirwikara)

Semeton krama Bali akan menari. Mengikuti aura semesta, alur tarian energy semesta. Tarian yang mencoba memeluk setiap denting nada. Menangkap cahaya yang menari dalam setiap nada. Tarian ini tarian cinta bhakti. Demi menjunjung cinta bhakti kepada Hyang Widhi semeton krama Bali akan menari, menyusuri setiap peradaban demi peradaban. Tarian bhakti akan melebarkan zone Prahyangan dalam medan gaib manusia. Semeton krama Bali bukan menari untuk dunia, bukan menari untuk Palemahan. Makanya tarian semeton krama Bali jauh dari pornografi dan fornoaksi. Maka tarian semeton krama Bali akan memancarkan vibrasi taksu, mendegupkan setiap jantung, menghentakan setiap nadi, melelehkan cinta setiap hati.

Tapi jika zone Prahyangan, jika proporsi keTuhanan, jika kecerdasan spiritual mengekrut dalam diri semeton krama Bali, maka semeton krama Bali tidak akan mampu menari lagi. Semeton krama Bali hanya bisa bergoyang, menggoyangkan pantat kekanan dan kekiri, kemuka atau kebelakang. Suatu saat akan mengangkang telanjang, akan menari bugil. Ini adalah tarian Palemahan, tarian sesat. Tarian frustasi.

Apa Arti Penyajaan, Penampahan, Dan Rahinan Yang Sebenarnya

http://img225.imageshack.us/img225/2650/galunganoi2.jpg


Sama dengan setiap hari raya besar di Bali pasti ada 3 ( tiga) etape atau tiga tahap hari. Yaitu hari Penyajaan, hari Penampahan dan hari Rainan. Inipun melambangkan tiga tahap dalam penyempurnaan diri, tiga tahap dalam penyucian diri.

Penyajaan berasal dari kata saja. Saja artinya tahap meyakinkan diri, tahap berjanji kepada diri sendiri untuk melangkah menuju pencerahan diri. Saja atau Penyajaan adalah sebuah proses atau periode meyakinkan diri yang cukup lama. Jika tekad itu sudah bulat barulah akan melangkah ke periode selanjutnya yaitu Penampahan.

Penampahan adalah proses pemotongan atau pembunuhan sifat-sifat hewani atau sifat-sifat kebinatangan dalam diri. Bukan menyemblih hewan-hewan kurban yang tak berdosa. Periode ini dijalani dengan Tapa Brata, dengan proses penyangkalan diri. Jika periode ini sudah terlewati maka barulah menemukan Rainan.

Rainan artinya hari terang, hari pencerahan hari perayaan. Hari dimana rahasia kehidupan sudah diketahui tanpa membaca tanpa melihat. Tetapi dirasakan dan diketahui.

Itulah pesan yang tersirat pada setiap hari- hari raya besar di Bali. Bahwa jalan kesempurnaan harus melewati tahap-tahap itu. Perayaan dan peringatan itu dibuat agar pesan suci ini tetap abadi pada semeton krama Bali sepanjang zaman. Siapa yang dapat menangkap maknanya dan siapa yang melaksanakan atau yang menjalani akan menemukan kebebasan, kebahagiaan,. Dan siapa yang belum tidak masalah. Tidak ada pemaksaan, tidak ada keharusan. Kesadaran akan tetap menunggu dengan sabar, sesabar seorang ibu menunggu anaknya. Kesadaran menunggu bukan terbatas dalam hidup yang singkat ini, tapi kesadaran menunggu dalam ribuan kali reinkarnasi. Seperti pesan Krisna kepada Arjuna “ Kapanpun kau akan berpaling kepadaku, maka pintuku akan tetap terbuka”.

jasa arsitektur rumah dan desain villa, klik disini...